Thursday, March 28, 2013

Bleeding Heart Flower


Tidak hanya namanya saja yang aneh, bentuknya pun unik. Bleeding Heart Flower, dikatakan seperti itu karena bentuknya yang seperti hati dan tergantung secara berurutan. Ketika kuncup dan membelah saat mekar sehingga terlihat seperti “hati yang patah”. Bunga ini pun termasuk salah satu bunga terindah indah di dunia. 



Konon, nama bleeding heart atau hati yang berdarah ini berasal dari sebuah dongeng. Di masa yang lalu, hidup seorang putri yang cantik. Banyak pemuda dan pangeran dari negeri tetangga yang jatuh hati padanya, tetapi sang putri tidak merasakan hati yang berdebar saat berjumpa dengan pemuda-pemuda itu.

Hingga pada suatu hari, ada seorang pemuda, anak petani yang mengantar hasil buruan untuk keluarga kerajaan. Sang putri berpapasan dengannya dan merasakan ada debar aneh dalam jantungnya. Itulah perasaan jatuh cinta, cinta pertama sang putri. Debaran yang sama dirasakan sang pemuda, mereka saling jatuh cinta.

Kisah cinta antara putri raja dan rakyat jelata tidak pernah mudah. Sang raja tidak setuju jika putrinya harus menikahi pemuda pemburu. Agar mereka berpisah, sang raja pura-pura membuat sebuah tantangan, jika sang pemuda bisa membunuh seekor ular raksasa di dalam hutan, maka dia bisa menikahi sang putri.

Sang pemuda menyanggupi. Dia gigih dengan niat membunuh ular raksasa yang menurut para warga sering memakan domba dan sapi. Dengan bekal belati dan keberanian, dia berhasil membunuh ular raksasa. Raja tidak suka dengan keberhasilan tersebut, sehingga diam-diam dia memerintahkan prajuritnya untuk membunuh sang pemuda.

Putri mendapat kabar bahwa pria yang dicintai meninggal saat melawan ular raksasa. Rasa sedih mendera sang putri cantik. Berhari-hari dia menangisi kepergian sang pemuda. Hingga pada suatu malam, dia mendengar percakapan ayahnya bahwa dialah yang bertanggung jawab atas kematian sang pemuda.

Mendengar hal itu, sang putri mengambil belati yang ada di kamar tidur ayahnya. Putri cantik itu menancapkan belati di bagian jantungnya. Dia bersumpah akan terus hidup dan menjadi saksi bahwa cinta sejati itu ada. Dengan jantung berdarah, sang putri meninggal. Seperti dongeng pada umumnya, keinginan sang putri dikabulkan.



Sejak saat itu, setiap musim semi, akan bermekaran bunga-bunga berbentuk hati warna merah muda, merah atau putih. Para warga kerajaan percaya bahwa bunga itu adalah jelmaan sang putri, sehingga diberi nama, Bleeding Heart, jantung yang berdarah.




Dengan kisah menyedihkan tersebut, ditambah lagi bentuk bunga Bleeding Heart yang menyerupai hati, maka tidak heran jika bunga cantik ini menjadi simbol cinta abadi. Cinta yang terus ada selamanya, walaupun mungkin orang yang dicintai sudah tidak ada.

Sayangnya, bunga Bleeding Heart sangat sulit dijumpai di Indonesia. Habitat asli bunga Bleeding Heart adalah di Amerika Utara, Eropa dan sebagian Asia. Bunga cantik ini akan tumbuh subur pada udara yang sejuk dan lembab. Jika ingin melihatnya, Anda bisa terbang ke Jepang. Di sana Anda akan melihat banyak variasi bunga mungil ini. Ada yang berwarna merah, merah muda fuchsia, atau putih.

Cantik bukan bunganya? akh seandainya saja dapat memiliki salah satunya :)


No comments:

Post a Comment